Showing posts with label Benthos. Show all posts
Showing posts with label Benthos. Show all posts

Ilmu Kelautan - Biologi Laut (Nekton Dan Bentos)


Sistem pelagik terdiri dari hewan dan tumbuhan yang hidup berenang dan melayang di lautan terbuka
Sitem pelagik di bagi menjadi dua grup utama:
1. Plankton
organisme mikroskopik yang jumlahnya banyak dan mereka tidak cukup kuat untuk menahan gerakan air yang besar,
• Zooplankton ; golongan binatang
• Fitoplankton ; golongan tumbuhan
2. Nekton
• Hewan‐hewan yang berukuran lebih besar yang mempunyai kemampuan untuk bergerak sendiri sehingga gerakan tidak tergantung oleh arus
• Nekton terutama merupakan hewan vertebrata, ikan merupakan jumlah yang terbanyak
• Adaptasi khusus nekton bahari mengakibatkan adanya perbedaan antara nekton yang hidup di perairan dalam dengan nekton di perairan pantai

plankton, nekton, dan benthos

A. Nekton
Pelagic species ; golongan ikan yang hidup di antara lapisan perairan bagian
tengah sampai bagian atas lautan
    - kebanyakan memakan plankton atau anggota nekton yang berukuran kecil
• Ikan holoepipelagic : Ikan yang menghabiskan seluruh hidunya di daerah pelagik (ex: ikan terbang, tuna, lemuru, dlll)
• Ikan meroepipelagik : Ikan yang menghabiskan sebagian dari hidupnya di daerah pelagik. (jenis ikan lebih beragam)
• Ikan pengunjung : Ikan yang memasuki daerah pelagik hanya pada waktu tertentu.
• Demersal species ; golongan ikan yang hidup pada dasar lautan
    - kebanyakan memakan organisme hidup di dasar
    - ikan yang hidup di laut dalam mempunyai rahang yang berukuran besar dan lebar, juga memiliki perut yang dapat menggelembung sehingga dapat menampung makanan
• Ikan paus anggota nekton yang paling besar, tetapi mereka kebanyakan makan plankton

Perbedaan jumlah produksi ikan pada daerah upwelling dan laut terbuka

Produksi primer gC/m2/hari, pada lautan terbuka 50, daerah upwelling 300
Efisiensi Rantai makanan, pada lautan terbuka 10 %, daerah upwelling 20 %
Jumlah rantai makanan, pada lautan terbuka selalu 6, daerah upwelling 2 atau 3
Produksi ikan gC/m2/tahun, pada lautan terbuka 5, daerah upwelling 36

B. Kondisi Lingkungan
• Kondisi lingkungan bahari yang mengharuskan nekton untuk melakukan adaptasi seperti :
    - Laut merupakan daerah yang sangat besar
    - Tidak ada substrat padat, sehingga hewan selalu melayang dalam medium yang transparan
    - Keadaan tersususpensi nektonik yang kerapatan tubuh lebih besar dari air laut menyebabkan perkembangan adaptasi agar tetap terapung

C. Adaptasi Nektok Bahari

1. Daya Apung
• Kebanyakan nektonik mempunyai kerapatan yang hampir sama dengan air l laut
• Mempunyai daya apung secara alamiah, karena ada bagian tubuh yang yang mempunyai kerapatan tubuh yg rendah
• Kebanyakan ikan mempunyai gas/gelembung renang dalam tubuhnya, sehingga mengimbangi daging yang lebih padat dan menyebabkan daya apung menjadi netral
• Ikan dapat mengatur jumlah gas dalam gelembung renangnya dan mengubah tingkat apungnya
• Ada 2 macam gelembung gas
a. Fisostoma
Terdapat saluran terbuka antara gelembung gas dan esofagus Ikan fisostoma memasukkan dan mengeluarkan gas dari gelembung melalui saluran dengan cara mengisap udara dari permukaan.
b. Fisoklis
Tidak terdapat saluran Ikian fisoklis mensekresi gas kedalam gelembung renang melalui kelenjar gas
• Rongga-rongga berisi gas dalam bentuk paru2 juga membantu tercapainya daya apung netral untuk semua hewan nektonik yang bernafas dari udara
• Beberapa mamalia air mempunyai kantung udara tambahan
• Mamalia mengatur daya apungnya melalui sejumlah udara yang terkandung di dalam paru-parunya
Adaptasi daya apung ikan

• Mekanisme lain untuk mencapai daya apung netral adalah dengan mengganti ion kimia berat dalam cairan tubuh dengan yang lebih ringan
ex : cumi-cumi
• Cumi-cumi mempunyai rongga tubuh di mana ion natrium yang berat digantikan dengan amonium yang lebih ringan
• Peningkata daya apung dengan mengurangi jumlah tulang atau bagian yang keras lainnya, tetapi hal ini bukan merupakan pilihan yang baik
• Mekanisme lain untuk meningkatkan daya apung adalah dengan menyimpan lipida (lemak atau minyak) dalam tubuh
• Kerapatan lipida lebih kecil daripada kerapatan air laut sehingga dapat turut mengatur daya apung
• Jumlah lipida yang besar banyak terdapat dalam ikan nektonik, terutama yang tidak mempunyai gelembung renang
• Lipida dapat disimpan pada berbagai bagian tubuh, ex otot, organ internal, rongga tubuh
• Mekanisme hidrodinamik juga dapat dilakukan hewan nektonik untuk menghasilkan daya apung tambahan selama pergerakan
• Caranya adalah dengan membentuk formasi dengan mengangkat permukaan anterior yang dilakukan oleh sirip dada, serta adanya ekor yang heteroserkal

2. Daya Penggerak
Dibagi dalam 2 kelompok:
a. Yang diperlukan untuk menciptakan daya dorong
• Daya yang diperlukan untuk mendorong hewan nektonik melalui air yang rapat dihasilkan oleh beberapa bagian tubuh
• Cara yang umum untuk menghasilkan pergerakan maju adalah dengan melakukan gerakan mengombak dari tubuh atau sirip

Berbagai bentuk ekor dan sirip ikan


• Semakin pendek dan bulat bentuk tubuh ikan, semakin kecil kelenturan otot-otot tubuh, akibatnya gelombang mendorong kurang nyata
• Jenis lain tenaga pendorong/penggerak adalah dengan melakukan pergerakan mengombak pada sirip
• Pada model ini tubuh diam dan sirip melakukan gerakan maju
• Bentuk pergerakan ini lebih lambat
Ex : ikan pari manta, cumi-cumi, ikan matahari


ikan mola-molaikan manta
 Gbr. Ikan yg menggunakan sirip yg mengombak sebagai day apenggerak

• Jenis lain tenaga pendorong/penggerak adalah dengan melakukan
pergerakan mengombak pada sirip
• Pada model ini tubuh diam dan sirip melakukan gerakan maju
• Bentuk pergerakan ini lebih lambat
Ex : ikan pari manta, cumi-cumi, ikan matahari
Bentuk lain tenaga pendorong/penggerak pada vertebrata yang bernafas di udara adalah melalui pergerakan mendayung
• Tungkai penyu laut, ajing laut dan singa laut serta pinguin termodifikasi menjadi anggota tubuh yang pipih berbentu seperti dayung
• Kecepatan pergerakan dengan cara ini tergantung pada frekuensi dayungan

b. Hambatan Permukaan dan Bentuk Tubuh
• Air merupakan medium yang sangat rapat, maka diperlukan energi yang besar untuk bergerak di dalam air
• Energi dapat lebih dihemat jika mempunyai bentuk tubuh yang dapat mengurangi hambatan permukaan dalam air sampai batas minimum
• Diperlukan adaptasi untuk mengurangi hambatan permukaan
• Macam-macam hambatan terhadap pergerakan
1. Hambatan friksional
• Sebanding dengan luas daerah permukaan yang bersentuhan dengan air
• Hambatan friksional terkecil dihasilkan oleh benda berbentuk bola
2. Hambatan bentuk
• Hambatan sebanding dengan luas melintang objek yang bersentuhan dgn air
• Objek berbentuk bulat mempunyai daerah melintang yang sangat luas, sehingga tidak sesuai untuk hewan nektonik
• Untuk meminimumkan hambatan bentuk, bentuk harus relatif panjang dan tipis
3. Turbulensi
• Terjadi ketika lapisan aliran yang halus dari suatu cairan pada permukaan tubuh terganggu dan terlempar sebagai pusaran, yg akibatnya menambah hambatan
• Hambatan seperti ini berkurang pada tubuh yang bentuknya seperti tetesan air, agak tumpul di depan dan mengecil di belakang.
4. Pelurusan permukaan luar tubuh
• Tujuannya agar tidak ada tonjolan yang dapat menyebabkan turbulensi dan mengurangi hambatan


D. Pertahanan Diri dan Penyamaran

Mekanisme penyamaran pada nekton:
1. Tubuh yang transparan
• Membentuk lunas ventral pada tubuh untuk menghilangkan bayangan yang mencolok pada perut hewan bila dilihat dari bawah
• Tanpa bayangan yang mencolok, hewan yang terlihat dari bawah menjadi tidak kelihatan dibawah cahaya yang menyinari dari atas
2. Warna yang tidak jelas
• Perwarnaan kriptik, banyak hewan nektonik berwarna biru atau hijau tua pada bagian permukaan punggung sehingga sulit terlihat oleh predator
• Bagian perut/bawah berwarna putih atau keperakan dapat mengecohkan predator karena warna tersebut membaur dengam cahaya yang menebus ke bawah
3. Perubahan bentuk tubuh
• Pada ikan terbang dengan sirip yang besar dapat lolos dari predator dengan cara mendorong dirinya keluar dari air dan meluncur dengan sirip seperti sayap
• Perkembangan berbagai duri

Ekosistem Perairan (Parameter Kimia, Fisika, Plankton)


Parameter fisika kimia merupakan ekosistem abiotik yang merupakan wadah atau media bagi suatu organisme.Faktor  fisik yang terdapat dalam ekosistem perairan umumnya dapat diamati secara visual, yaitu:
Suhu, Salinitas, Daya tembus sinar matahari, Komposisi sudstrat  tanah, Kekeruhan,  Dan Arus.
Faktor kimia perairan yang berperan dalam ekosistem merupakan proses atau kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat dalam perairan. Ada beberapa parameter kimia air yang sering diukur adalah:
PH air, Oksigen terlarut (DO), Nitrat (NO3), Fosfat (PO4), Co2, Amoniak, Dan(NH3)
Parameter Biologi adalah biota perairan yang menyusun kehidupan didalam perairan, seperti Plankton, Bentos, Dan Tanaman air.
Plankton
Plankton didefenisikan sebagaim jasad hidup renik yang hidupnya bebas didalam perairan dengan kempuan geraknya yang sangat terbatas, sihingga sebagian besar hidupnya mengikuti arus.Plankon dapat dikelompokkan lagi yaitu:
Phytoplankton (Plankton Nabati)
Zooplankton (Plankton Hewani)
Pegukuran plankton sangat lah penting didalam analisis ekologi,pengukuran plankton karna fitoplankton produsen primer yang memberi kontribusi terhadap produksi total dalam ekosisistem.
Organisme ini dapat di kategrikan 5 kategori yang dibedakan sesuai ukaurannya,yaitu:
1. Megaplankton yaitu plankton yang berukuran diatas 2,0 mm
2. Makroplanton yaitu plankton yang berukuran diantara 0,2 mm-2,0 mm
3. Mikroplankton yaitu plankton yang berukuran diantara 20 µm – 0.2 mm
4. Nanoplankton yaitu plankton yang berukuran antara 2 µm – 20 mm
5. Ultraplankton yaitu plankton yang berukuran lebih kecil dari 2 µm
Berdasarkan habitat plankton, plankton dapat dibagi lagi,yaitu:
1. Plankton oseanik
2. Plankton neritik
3. Plankton air payau

Plankton
Phytoplankton



Benthos
Benthos  adalah organisme yang hidup didasar perairan. Benthos  dapat digolingkan lagi yaitu
Zoobenthos dan phytobenthos. Benthos sangat berperan penting didalam ekosistem perairan yaitu sebagai  pengurai bahan-bahan organik yang ada di dasar atau di dalam perairan, sebagai indikator biologis bagi substrat dan kualitas air.
Ada beberapa ukuran benthos yang dapat dijadikan dasar klafikasi, yaitu
1. Microfauna: hewan yang berukuran < 0,1 mm. semua protozoa masuk dalam golongan ini.
2. Meiofauna : golongan hewan yang mempunyai ukuran 0,1 mm – 1,o mm.
contoh :protozoa berukuran besar, cnidaria, cacing berukuran kecil, dan crustacea yang berukuran kecil.
3. Macrofauna :hewan yang berukuran > 1,0 mm.
contoh :echinodermata, crustacea, annelida, dan molluska.
Cara makan hewan benthic yang utama.
1. Suspension feeder yaitu dengan cara menyaring partikel detritus yang melayang di air
contoh :polychaeta Chaetoperus.
2. Defosit feeder yaitu dengan cara mengumpulkan detritus yang telah menetap di dasar perairan
contoh: Polychaeta Arenicola dan Amphitrite.
Periphyton
Organisme (tanaman dan hewan) yang melekat atau bergantung pada tanaman atau benda yang muncul dari dasar , seperti kayu, plastik, dan batu.
Nekton
hewan yang mempunyai bentuk tubuh lebih besar dan menpunyai kemampuan bergerak sendiri sehingga gerakan tidak tergantung oleh arus. Adaptasi khusus nekton bahari menggakibatkan adanya perbedaan antara nekton yang hidup di perairan dalam dengan nekton di perairan pantai.
Neuston
Organisme yang beristirahat atau berenang pada permukaan perairan.
Tanaman air
Tanaman yang hidup di perairan seperti gulma, encen gondok,  ganggang, rumput laut dan lamun. Mangrove dan tanaman air merupakan produsen primer yang sangat besar perannya sebagai penyumbang nutrien ke dalam ekosistem perairan, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer, di dalam ekosistem perairan.
Benthos

Phytoplankton

Neuston

Periphyton

Tanaman air